Semangat Keilmuan

1. PENJELASAN HADITS TENTANG MENUNTUT ILMU

a. Hadits Riwayat Ibnu Majah

طلب العلم فريضة على كل مسلم

“Rosulullah bersabda : “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.”

(HR. Ibnu Majah)

Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah di atas, memerintahkan kita untuk menuntut ilmu. Hadits tersebut menjelaskan bahwa mencari ilmu hukumnya fardhu (wajib) bagi setiap orang Islam. Dalam Islam dikenal ada dua macam fardhu, yakni fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Fardhu ‘ain adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orang Islam, seperti sholat lima waktu. Sedangkan fardhu kifayah, adalah kewajiban yang dibebankan kepada sebagian orang islam, dan apabila sudah dilakukan oleh sebagian mereka, maka yang lain tidak mendapat dosa, missal merawat jenazah. Sedangkan menuntut ilmu, hukumnya adalah fardhu ‘ain yang harus dilakukan oleh setiap orang islam (baik laki-laki maupun perempuan) alam al-Quran juga banyak sekali ayat yang menerangkan tentang menuntut ilmu. Bahkan wahyu yang pertama kali turun adalah perintah untuk membaca. Yakni surat al-Alaq 1-5  yang artinya : “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah,dan tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkankan manusia apa yang tidak diketahuinya (Q.S Al-Alaq 1-5)

 

Allah menetapkan kewjiban menuntut ilmu karena manfaatnya yang besar bagi manusia. Allah juga memberikan penghormatan yang tinggi kepada para penuntut ilmu. Penghormatan Allah ini sangat mahal nilainya dan tidak mungkin ditebus dengan apapun, yaitu kemudahan untuk masuk surga. Masuk surga adalah tujuan dan cita-cita setiap orang yang beriman, sebab masuk surga merupakan nikmat paling besar yang diberikan Allah kepada manusia. Seperti disebutkan dalam hadis Rosulullah yang artinya : Dari Abu Hurairah r.a sesunguhnya Rosulullah SAW bersabda :’Barangsiapa berjalan di suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (H.R Muslim)

Kemudahan masuk surga diberikan Allah kepada orang yang menuntut ilmu, karena dengan ilmu yang dimiliki, para penuntut ilmu akan melaksanakan ibadah kepada-Nya dengan benar. Ibadah yang benar yang disertai ilmunya itulah yang akan menjadi sarana yang dapat memudahkan seseorang masuk surga.

b. Hadits Riwayat Baihaqi

Rosulullah bersabda : jadilah orang yang pandai, pelajar atau pendengar (ilmu). Dan janganlah kamu jadi orang yang keempat (selain merekaa), sebab kamu akan binasa. (HR. Darami)

Dalam hadits riwayat Baihaqi, Rosulullah SAW memerintahkan kita untuk memilih beberapa alternatif yang diberikan berkaitan dengan kewajiban menuntut ilmu. Di antara alternatif tersebut adalah :

a. Hendaknya kita menjadi orang yang pandai dan berilmu. Sebab, orang yang pandai akan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

b. Apabila kita tidak atau belum menjadi orang yang pandai, hendaknya kita menjadi orang yang belajar untuk menjadi orang yang pandai.

c. Apabila kesempatan belajar juga tidak kita miliki karena berbagai sebab, maka hendaknya kita menjadi pendengar ilmu. Sebab, pada hakikatnya mendengarkan ilmu juga merupakan proses belajar, sehingga diharapkan nantinya juga akan menjadi pemilik ilmu.

 

2. PENJELASAN HADITS TENTANG KEUTAMAAN ORANG YANG BERILMU

 

Hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi :

عن ابي الدرداء رضي الله عنه قال :سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول :

فضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب و ان العلماء ورثة الأنبياء

و ان الأنبياء لم يورثوا دينارا لا درها ما و انما ورثوا العلم فمن اخده اخد بحظ وافـر.

(رواه ابو داود و الترمذي)

 

 

“Dari Abu Darda’ r.a berkata ,”saya mendengar Rosulullah SAW bersabda : keutamaan orang yang berilmu terhadap orang yang ahli ibadah bagaikan bagaikan keutamaan bulan terhadap segenap bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi, dan sesungguhnya para nabi tiak mewariskan dinar atau dirham tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambilnya berarti ia mengambil bagian yang sempurna. (H.R Abu Daud dan Tirmidzi)

 

Seperti yang kita tahu, bahwa tujuan penciptaan manusia yang utama adalah untuk menyembah Allah SWT. Dengan demikian, menjadi orang ahli ibadah adalah tujuan setiap manusia, sebab akan mendapat kehormatan tinggi dari Allah SWT karena telah memenuhi tuntutan-Nya sebagai hamba Sang Kholik (Pencipta).

Namun, demikian keutamaan orang yang ahli ibadah tidak bisa menandingi keutamaan orang yang berilmu. Nabi menyatakan, bahwa orang yang berilmu bagaikan bulan, sedang orang yang ahli ibadah bagaikan bintang-bintang. Allah memberikan keutamaan kepada orang yang berilmu jauh di atas orang yang ahli ibadah.

Yang dimaksud ilmu disini adalah keseluruhan ilmu pengetahuan, tidak hanya ilmu agama saja, dan ilmu itu di amalkan baik untuk dirinya sendiri maupun mengajarkannya kepada orang lain, sabda Nabi :

العِـلـمُ بلا عَـمَـلٍ كالـشَّجَـرٍ بلا ثـمَـر

Ilmu yang tidak di amalkan, bagaikan pohon yang tidak berbuah

Akan tetapi, orang yang mengajarkan ilmu tentang kebaikan kepada orang lain, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan, maka Allah SWT akan sangat murka kepada orang tersebut. Allah SWT berfirman yang artinya : “Hai orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan. (Itu) sanngatlah dibenci di sisi Allah apabila kamu mengatakan apa yang tidak kamu lakukan. (Q,.S As-Shaf 2-3)

 

Jadi,memulai kebaikan itu harus dimulai dari sendiri. Apabila diri sendiri tidak melakukan, hanya memerintahkan kepada orang lain, maka tidak akan mendapat sambutan positif dari orang lain.

3. PERILAKU GEMAR BELAJAR

Orang yang memiliki ilmu akan mendapatkan kehormatan, baik di hadapan Allah, maupun di hadapan manusia. Untuk memperoleh ilmu, tidak ada cara lain kecuali belajar. Orang yang gemar belajar akan memiliki ilmu pengetahuan yang luas, sehingga dalam dirinya terbentuk sikap, antara lain :

a. Selalu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya

Sebab, dia yakin waktu yang sudah berlalu tidak akan bisa kembali lagi. Oleh karena itu, dia akan gunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin.

b. Menghargai ilmu pengetahuan dan menghormati orang yang berilmu

Khususnya terhadap guru yang telah mengajarkan ilmu pengetahuan kepadanya.

c. Semakin tawadhu dan rendah hati

d. Lebih cinta terhadap ilmu pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Januari 2011
M S S R K J S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 6,513 hits
%d blogger menyukai ini: